Rabu, 08 Juni 2011

Yes...Akhirnya Krisis Energi Listrik di Bali Teratasi

Kabar gembira bagi masyarakat Bali kedepannya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan akan memulai pembangunan proyek listrik interkoneksi Jawa–Bali dengan mendirikan tower (menara) listrik tertinggi di dunia.


Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengatakan, menara setinggi 376 meter itu akan mengalahkan tower di China setinggi 370 meter dan Menara Eiffel di Paris. ”Akhir bulan ini,pemenang tender tower ditentukan dan tahun depan pengerjaannya sudah dimulai, ”kata Dahlan di Denpasar kemarin. Menara itu berfungsi menyalurkan listrik dari Jawa ke Bali sebesar 3.000 megawatt (MW) atau disebut Bali Crossing.

Tower akan dibangun di Banyuwangi, Jawa Timur dan Gilimanuk, Jembrana, Bali dengan kabel melintas di atas Selat Bali. Dengan pasokan itu, kebutuhan listrik di Bali selama 25 tahun ke depan akan aman. ”Beban listrik di Bali saat ini sekitar 600 MW. Dengan pertumbuhan normal 7% setiap tahunnya, 10 tahun lagi beban di Bali baru mencapai 1.200 MW,” sebut Dahlan.

Berdasarkan data PLN Bali, pasokan listrik di Pulau Dewata sebesar 620 MW saat ini diperoleh dari kabel bawah laut (200 MW), PLTG Gilimanuk (130 MW), PLTG Pemaron (135 MW), dan PLTG Pesanggaran 155 MW. Beban puncak rata-rata pada siang hari mencapai 440 MW. Sedangkan untuk malam hari, ada kekurangan daya sampai 37,5 MW.Kekurangan itu membuat sejumlah daerah di Bali masih terkena pemadaman bergilir, terakhir terjadi pada Maret lalu.

Kondisi itu terjadi seiring adanya pemeliharaan PLTG Gilimanuk. Dahlan memastikan, dari hasil kajian yang dilakukan, tower Bali Crossing itu akan dibangun dengan konstruksi yang kuat.Kaki tower akan ditancapkan pada lahan seluas lapangan sepak bola.PLN juga telah mempelajari segala ancaman alam.”Dari kajian,diketahui kecepatan angin paling cepat di sekitar tower dalam 100 tahun terakhir mencapai 59 meter per detik.

Tower yang kita bangun mampu menghadapi kecepatan angin sampai 70 meter per detik,”ujarnya. Dahlan berharap pembangunan tower yang diperkirakan menelan dana Rp500 miliar itu bisa rampung pada 2013. ”Sebelum (KTT) APEC sudah harus selesai. Kalau proyek itu selesai, Indonesia akan masuk dalam peta dunia,”ujar Dahlan.

Direktur Perencanaan dan Teknologi PT PLN Nasri Sebayang sebelumnya mengungkapkan, berdasarkan data yang ada,towerlistrik tertinggi saat ini berada di China yaitu Jiangyin Crossing setinggi 346 meter, kemudian Nanjing Crossing, China dengan ketinggian 257 meter. Selanjutnya, Orinoco Crossing di Venezuela berada di posisi ketiga dengan tinggi sekitar 240 meter.

Zhujiang Crossing yang juga berada di China menempati peringkat keempat dengan ketinggian tower 235 meter,diikuti Wuhu Crossing,China 229 meter,Elbe Crossing di Jerman 227 meter,Chusi Crossing di Jepang226meter, DaqiCrossingdi Jepang 223 meter, Suez Canal Crossing di Mesir 221 meter,dan Lingbei Crossing di Jepang dengan ketinggian 214 meter.

General Manager PT PLN Distribusi Bali Dadan Koerniadipoera mengatakan, proyek Bali Crossing sangat berguna untuk mendukung kebutuhan listrik di Bali.Dalam proyek ini, kabel dari Gilimanuk akan diteruskan hingga gardu induk di daerah Kapal,Badung.

Namun...

Saat ini di Bali, belum deal/pasti lokasi pemancangan Tiang tersebut, mengingat masih banyaknya penolakan dari masyarakat bali karena masih takut akan bahaya listrik tegangan tinggi.
 
 

0 komentar:

Posting Komentar